NAPAK TILAS SEJARAH PPD….
Berawal dari kopdar dadakan lebih
tepatnya sih pembentukan panitia untuk acara BisMania Jakarta Raya
mengambil Tema “Napak Tilas Sejarah PPD” kopdar pembentukan panitia ini
dihadiri oleh Bang Hadi & Mba Asti,Om Yanto bombass serta
Pasngannya,Agus Alay,Mas Rully,mas Moren,dan saya sendiri (yg ga kesebut
jgn marah ya,karena seingetku ya itu).
Disaat itu kami membahas gimana
planningnya untuk sebuah acara pertama kalinya BMC Jakarta Raya yang di
punggawai oleh pak ketua yaitu Om Wawan -(Wa-One Intalan -nama Fb)
beliau menginformasikan tidak bisa hadir, tetapi apapun keputusannya
beliau akan ikut. SIAP Ndaan,ujarku.
Hasil dari rapat tersebut adalah
Penentuan kumpulnya : Di depo E Klender
Tanggal pelaksanaannya : 15 Desember 2012
Jam kumpul : 07.00 wib s/d Selesai
Tak lupa biaya : cukup merogoh kocek Rp.50.000,-/Kepala
Untuk apa sih biaya segitu : Sewa Bis
PPD keliling-keliling Depo, Souvenir untuk PPD nya berupa Plakat, Tak
lupa mendapatkan service makan nasi kotak padang..#sepertinya itu saja.klo ga salah
Seiring berjalannya waktu sepekan
kami lewati tepatnya pada tanggal 9 Desember 2012 diadakanlah sebuah
KopDar lagi di Rw.Mangun sebafai pemantapan untuk rencana acara “Napak
Tilas Sejarah PPD”. Selain itu juga dibahas kegitan lain seperti:
1. Acara kunjungan PPD
2. Penentuan pemenang desain kemeja
korwil Jakarta Raya dengan cara Musyawarah & mufakat betul sekali
Deh Fathur cara tersebut.
3. Sedikit membahas pernikahan Om Luis Wanda (walau saya belum tau yg mana orangnya hehehe )
4. Iuran kas sebesar Rp.50.000,-/kepala selama 1 tahun di 2013 ini,bisa dicicil kok.
5. Planning 1 tahun kedepannya.
6. Perkenalan member-member baru.
#Kopdarpun selesai dengan pembahasan point2 yang diatas.
Tidak terasa sudah mendekati hari H,
info yang di update file di fb Jakarta Raya oleh terminal bis (Dhe
Fatur) yaitu telah terdaftar 38 sedulur yg ikut kunjungan PPD tersebut.
#syukur deh banyak yang ikut acara ini (dalam hati)
Akhirnya waktu yang dinanti tiba……15 Des
2012 tepatnya hari Sabtu pukul 07.00-08.00wib sudah berkumpul para
peserta di depo E klender pas samping kantor Camat Pulo gadung
lokasinya,sambil menunggu yang peserta lain datang yang belum datang.
Bertemu langsung dengan Pak Yohnny menjabat sebagai kepala pool E.

- Suasana Depo E di pagi hari.
Tidak banyak kata-kata setelah bertemu
dihalaman pool, beliau langsung mengajak kami untuk berdiskusi diruangan
rapat yang sangat hangat dalam penyambutannya. Dan beliau sangat senang
sekali, ternyata masih ada sekumpulan komunitas yg mendukung angkutan
umum terutama angkutan Ibu Kota tertua yaitu PPD.
Masuklah kami para peserta kunjungan ke
kantor untuk berdiskusi didalam satu ruangan tertentu,sebelum sampai ke
ruangan tersebut menyusuri ruangan demi ruangan yang terlihat hanyalah
bangunan yang sudah termakan usia, dinding,atap kayu & lantai
menjadi saksi bisu di pull PPD tersebut.
Sapaan dari Pak Yohnny untuk
mempersilahkan duduk dengan kondisi yang apa adanya,walau dengan apa
adanya,menurut saya penyambutan dari Pak Yohnny sangatlah luar biasa.
(Horas Pak Yohnny) logat berbicara kental dengan khas Len Sumateraan.
Perbincangan dimulai pertama-tama beliau
memperkenalkan diri Nama : Yohnny MS, Dan beliau mulai bercerita
tentang awal kariernya di PPD.
Bekerja berawal dari kondektur sambil
kuliah mengambil fakultas Journalis,yang sangat tidak sejalan dengan apa
yang di ambil dalam kejuruannya,namun kegigihan beliaulah yang terus
berusaha agar sampai saat ini terdengar rumor PPD akan di berhentikan.
Dan beliaupun bercerita tentang sejarah PPD….
“Berdiri sejak tahun 1920,
Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta atau Perum PPD adalah
salah satu badan usaha milik negara di bawah pembinaan Departemen
Perhubungan yang mengiringi sejarah perjuangan bangsa ini.
Cikal bakal Perum PPD yang bentuk
badan hukumnya disahkan menjadi Perusahaan Umum (Perum) pada tahun 1981
sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 1981 dan disempurnakan
menjadi Peraturan Pemerintah No.32 tahun 1984 merupakan penggabungan
alat transportasi milik Nederlansch Indische Tram Maatschappij dengan
Bataviach Elektrische Tram Maatschappij menjelang tahun 1925 sesuai
dengan saran Burgemeester Kota Batavia yang ketika itu dijabat oleh Ir.
Voorneman menjadi Bataviache Verkeers Maatchappij (BVMNV).
Namun sejak pendudukan Jepang di
Indonesia dari tahun 1942 hingga tahun 1945 BVMNV diubah menjadi
Djakarta Shinden yang hanya mengoperasikan tram kota saja. Bus-bus kota
eks BVMNV digunakan Jepang untuk kepentingan lain.
Namun, sehari sesudah bangsa
Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, sejumlah pegawai Djakarta
Shinden yang disponsori Pemuda Menteng 31 mendesak agar penguasa Jepang
segera menyerahkan tram pada pemuda. Sejak 20 Agustus 1945, tram
diserahkan kepada Pemerintah RI dan dikelola Jawatan Kereta Api bagian
tram.
Untuk mengutamakan kepentingan umum,
BVMNV kemudian dinasionalkan dan dikuasai oleh Menteri Perhubungan
berdasarkan Undang-Undang Darurat No.10 tahun 1954.
Sebagai tindak lanjut nasionalisasi
tersebut, dengan akte notaris Mr. Raden Suwandi No. 76 tanggal 30 Juni
1954 dan No.82 tanggal 21 Desember 1954, BVMNV diubah bentuk hukumnya
menjadi Perseroan Terbatas (PT) dengan nama ”Perusahan Pengangkutan
Djakarta”.
Banyak penjelasan dari Pak Yohnny tentang seluk beluk PPD.
Pandangan PPD di zaman sekarang ini
sudah dipandang negative oleh masyarakat awam dikarenakan yaitu armada
yang mungkin sudah tak layak untuk jalan di Ibu kota ini.
Menurut beliau di bahwasanya di Negara Inggris tepatnya di kota London (tau ngga pemirsa ??? sama yg nulis jg ga tau.) bahwa disana masih ada armada yang jalan untuk melayani bus dalam kota yang diproduksi pada tahun 1950 (gilee bener).
Pertanyaan otomatis akan mucul kenapa masih jalan yaah awet banget ?
Yaa,karena dari pemerintahnya mendukung untuk segala sesuatunya,yaah jd bener-bener terawatt.
1 hal yang disampaikan beliau (Pak
Yohnny) yang menurut saya sedikit membanggakan ketika salah satu
armadanya membawa rombongan Presiden USA ke 42 – Bill Clinton pada acara
KTT APEC di Jakarta.
Hal yang paling miris ketika tahun 2000
PPD sudah tidak di subsidi oleh pemerintah dikarenakan PPD sudah harus
bisa mandiri, makanya sampai sekarang ini PPD tidak ada peremajaan
armada. Bagaimana mau peremajaan sedangkan ongkosnya saja 2000 perak dan
subsidi ditiadakan, tetapi menurut beliau sebenarnya saya tidak terlalu
butuh peremajaan yang penting armada2nya bisa terawat itu saja sudah
cukup,ungkap Pak Yohnny.
Setelah pemaparan sejarah PPD dilakukan
sesi tanya jawab, dalam sesi tanya jawab tersebut beliau menjelaskan
bahwa keputusan pemerintah yang meniadakan subsidi dan akan melikuidasi
PPD adalah pukulan berat buat PPD. Karena PPD diadakan untuk kepentingan
publik dan sebagai katalisator tarif angkutan umum di ibukota Jakarta.
PPD diadakan untuk melayani kepentingan masyarakat di ibukota Jakarta.
Sebenarnya banyak hal yang masih bisa dibahas, dikarenakan waktu yang
terbatas, maka acara diskusi kami sudahkan padahal Pak Yohnny ingin
banyak sekali yang diceritakan atau disampaikan ke kami-kami para
pecinta transportasi massal khususnya Bis.
Harapan kami untuk PPD semoga PPD tetap
pada kedudukannya membangun transportasi massal yang baik dan layak di
Ibu kota Jakarta ini kedepannya. Semoga rumor yg tersirat kabar akan
ditutupnya PPD bisa dipatahkan melalui semangat juang, kerja keras dari
karyawan semua PPD serta crew untuk satu tujuan yaitu melayani
masyarakat sebagai moda transportasi umum di Ibu kota ini.
Sebelum kami berangkat kami pun sejenak
berpoto-poto penyerahan souvenir berupa plakat & Stiker BisMania
Community.tak lupa poto-poto dengan background armadanya sebelum
berangkat.

- Penyerahan pelakat BMC Jakarta Raya
Tepat jam 10 pagi dengan armada yang
sudah disiapkan, kamipun berangkat. Dengan armada lawas PPD bermesin
depan keluaran tahun 1986 dan dengan kondisi yang sangat tidak
layak….karena walaupun cuaca cerah tetapi air masih mengucur dari sisa2
hujan hari sebelumnya. Dengan kondisi demikian, kamipun masih senang,
karena mengenang kejayaan PPD tempo lalu.

- 41A
Ada teman BMC yang mengenakan seragam kru PPD, ada yang berperan sebagai tukang jualan dll,,,pokoknya full humor…

- Kenek baru 41A
Tujuan pertama adalah depo cawang
menyusuri jalan pemuda laluuu loh-loh kok belok kea rah terminal
Rawamangun tenyata hanya untuk menyapa owner yang berbisnis dibidang
service perut yang fully recommended untuk sedulur BMC yups siapa lagi
kalo bukan Mas Mul RM.
Menyusuri jalan cawang geliat ramai tak
pernah surut dari para peserta kunjungan PPD, sejatinya inilah suasana
kekeluargaan para sedulur BisMania Jakarta Raya.
Sampailah kami di depo cawang yang
mayoritas armada Bus Sekolah karena Sabtu – Minggu tidak
beroperasi.serta armada-armada yang dihibahkan langsung dari Jepang.

- Suasana Kantor Pusat PPD di Cawang – Halim
Panas sangat menyengat dikala siang
itu mulai berdiskusi sambil berdiri oleh Pak Yohnny apa saja yang
dilontarkan pertanyaan dari para sedulur mengenai Depo Cawang yang
terlihat masih sedikit lebih rapih dibandingkan Pool E tempat pertama
kami kumpul ( kantor pusat lebih rapih lah..)
Setelah berdskusi tak lupa season
poto-poto untuk sebuah kenang- kenangan yang tak akan terlupakan.
Setelah selesai di Cawang kamipun berpindah lokasi menuju pool F yang
letaknya bersebelahan dengan pool Hiba Utama Klender…

- Suasana pool F – PPD
Sesampainya di Pool F yaang merupakan
pool untuk kendaraan bis non Mercy ( Ex. Jepang ) kami pun langsung
mengadakan sesi makan siang. Dimana kami harus menikmati service makan
di depo F dibawah pohon rindang, dan pilihan ini pun tidak salah……
Selesai service makan beberapa
teman-teman ada yang ngobrol di bawah pohon (ngadem) ada yang eksekusi
gambar (poto2) ada pula yang keliling-keliling cukup lama memang kami di
depo F karena ademnya suasana dibawah pohon yang semilir anginnya
membuat mata seolah-olah ada yang bergelayutan bawaannya mau tidur.
Matahari sudah bearada pas di atas
kepala itu menandakan akan segera berakhirnya kunjungan kami di PPD
sambil berdiskusi ringan setelah PPD kira-kira kapan yaah bisa kunjungan
ke pull Mayasari Bhakti selaku armada cukup lama yang beroperasi
dijantung Ibu kota ini. Menjadi PR
Engine kode body 2757 mulai dihidupkan
oleh Pak Haji, menandakan akhir dari sebuah cerita perjalanan dengan
mengusung Tema Napak Tilas Sejarah PPD.

- Pengabdian seorang pengemudi
Sesampainya di depol E tempat dimana
awal kami semua berkumpul,tak banyak hal yang disampaikan kecuali ucapan
terima kasih yang sebesar-besarnya ke pada Pak Yohnny beserta staff
serta para jajarannya Pak Haji dan Crew yang turut membantu dalam
suksesnya acara ini.
Jika ada kata-kata yang salah dari saya si pembuat catatan kegiatan ini mohon di bukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar